in

Kaum Muda, Harus Berani Beda

Sebelum saya membahas judul di atas, mungkin pembaca ada yang bergumam, “Kaum muda, harus berani beda? Kenapa harus beda, emang sama nggak boleh? terus berani beda itu maksudnya apa sih?”. Nggak papa. Kritis begitu itu bagus kok.

Oke skip, langsung saja deh. Permasalahan kaum muda sekarang ini benar-benar unik dan kompleks. Saking kompleksnya, sampai bingung mau mengomentari yang mana. Setelah saya telusuri, permasalahan mendasar yang vital bagi pemuda itu merujuk pada satu keadaan kejiwaan para pemuda, yaitu ketidakpercayaan diri untuk menjadi dirinya sendiri. Contoh mudahnya nih, dalam bermedia sosial (medsos) pasti ada saatnya sesuatu menjadi viral, seperti gaya rambut, cara hidup artis atau hal lain yang membawa arus kebanyakan orang menirunya. Nah, kenyataan ini benar-benar menjadi catatan betapa kaum muda tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Banyak yang ngikut tanpa tahu, pun juga ada yang tahu tapi tetap ikut-ikutan karena takut dianggap aneh.

Karena itu, disini akan dijelaskan alasan kenapa kaum muda harus berani beda. Tetapi sebelum itu “harus beda” disini bukan berarti menganggap yang kebanyakan itu salah, lho, ya. Hanya saja justru menjadi aneh jika semua manusia tampilannya sama, pikirannya sama. Apalagi kalau yang sama ini suatu hal yang salah dan kita ngikut aja. Teringat dengan kisah masa muda Muhammad Darwis (KH. Ahmad Dahlan muda) pada masanya ketika usia 15 tahun sudah berangkat ke Mekkah untuk memperdalam ajaran agama. Setelah pulang ke tanah air, ia melihat kebanyakan orang mencampur-adukkan agama dengan budaya lokal serta arah kiblat yang salah. Oleh sebab itu, ia kemudian melakukan gebrakan untuk melanggengkan gerakannya yang berbeda dari yang lain. Meskipun pada saat itu banyak yang menentang, tetapi akhirnya sampai sekarang perjuangannya bisa kita rasakan.

Lanjut guys, ada alasan kenapa kamu harus berani beda. Alasan paling mendasar yang perlu ditekankan yaitu sebagaimana bunyi sebuah idiom “A man is as he thinks” –seorang manusia seperti apa yang dipikirkannya. Jadi, kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa kita nggak harus selalu mengikut orang kebanyakan, ciptakan perbedaan yang sesuai di pikiranmu –yang menurutmu baik, karena perbedaan itu lumrah dan setiap orang yang berbeda itu punya hak untuk menampilkan perbedaannya itu sendiri.

Jangan sampai sebuah pendirian yang sudah dimiliki oleh kaum muda tergilas oleh majunya teknologi yang terlalu terbuka, seperti medsos yang menjadi dunia kedua bagi kaum muda sekarang malah membawa arus kebanyakan orang ke satu arah. Jika sudah begitu, mau dikemanakan karaktermu, visi besarmu, dan segala keunikan dari dirimu. Selamat berjuang, selamat menjadi beda, dan semangat menebar manfaat, ya!

Penulis : Irawan

Ilustrator : Ni’mal Maula

Kuy bagikan :)

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Katanya Sayang, Tapi Kok…

Enam Langkah Mudah untuk Memerangi Perubahan Iklim