in ,

Enam Langkah Mudah untuk Memerangi Perubahan Iklim

Perubahan iklim telah menjadi fenomena yang nyata terjadi pada bumi. Efek langsung berupa pencairan gletser di kutub dan kenaikan suhu bumi pun bukan lagi sebuah asumsi. Efek tidak langsungnya pun saat ini mulai bisa kita rasakan, seperti bencana hidrometeorologis hingga kepunahan spesies tertentu. Sobat Milenialis harus tau nih, beberapa langkah mudah memerangi perubahan iklim. Apa aja sih?

1. Gunakan Cable Extension Bersaklar

Gunakan cable extension (terminal/ rol kabel) bersaklar agar kita bisa lebih mudah mematikannya. Jika kita menggunakan stopkontak langsung atau cable extension tanpa saklar, besar kemungkinan ada rasa malas untuk mencabut perangkat listrik setelah selesai digunakan. Padahal, jika kita tidak mencabut perangkat listrik, hal itu akan menimbulkan pemborosan yang cukup signifikan. Apalagi jika kita sampai membiarkan charger gawai dan perangkat lain tidak dicabut semalaman setelah digunakan, pasti sangat banyak daya yang terbuang percuma, tuh.

2. Kurangi Struk Kertas

Kurangi penggunaan struk kertas jika tidak benar-benar dibutuhkan. Kamu bisa menggunakan struk elektronik yang dikirimkan ke e-mail kamu jika memungkinkan. Selain itu, biasakanlah menggunakan e-boarding pass ketika kita akan menggunakan moda transportasi seperti pesawat terbang dan kereta api. Kebiasaan penghematan kertas semacam ini akan sangat membantu dalam perang melawan perubahan iklim karena dapat mengurangi penggunaan kertas yang melepas banyak karbon ke alam bebas.

3. Gunakan Lampu Hemat Energi

Penggunaan lampu hemat energi akan sangat berperan salam mengurangi panas yang dilepaskan ke udara. Bayangkan, jika kamu masih menggunakan bohlam model lama, 90% energi yang digunakan akan dilepas sebagai panas, hanya 10% yang menjadi cahaya. Sementara itu, jika kita menggunakan lampu CFL (compact fluorescent) maka akan lebih hemat dengan energi yang dilepas sebagai panas sebanyak 60-70%.

Sejauh ini, lampu LED (light emitting diode)-lah yang terhemat dalam penggunaan energi, dimana 80-90% energi akan diubah menjadi cahaya dan hanya 10-20% yang dilepas sebagai energi panas. Selain itu, dalam jangka panjang penggunaan lampu LED juga lebih hemat secara ekonomi dibandingkan lampu bohlam.

4. Matikan Lampu

Selalu matikan lampu ketika selesai digunakan. Jangan sampai membiarkan lampu ruangan terus hidup jika tidak digunakan. Pembiaran terhadap lampu listrik yang terus-menerus hidup akan menyebabkan pemborosa listrik. Selain itu, pemborosan listrik dapat mengakibatkan perubahan iklim semakin parah, terlebih lagi jika listrik yang ada di rumah/sekolah kita tidak dihasilkan menggunakan energi terbarukan.

5. Klik “share”

Jika kamu menjumpai, post tentang kampanye ekologi di medsos, jangan sungkan-sungkan untuk membagikan. Efeknya akan lebih besar dibanding sekedar “like”. Kamu bisa menyebarkannya ke beragam medsos yang kamu miliki, ataupun ke beragam grup yang ada di aplikasi perpesanan instan seperti Line, WhatsApp, dan sebagainya. Walaupun sederhana, jika semakin banyak orang yang mengetahui kampanye-kampanye melawan perubahan iklim, hal ini bisa membentuk kesadaran untuk mencintai bumi kita, lho.

6. Imbangi Emisi Karbon yang Kita Keluarkan

Emisi karbon selalu dikeluarkan oleh manusia melalui segala aktivitasnya, terutama penggunaan kendaraan bermotor. Emisi karbon ini yang menciptakan adanya efek rumah kaca dan kemudian berperan besar pada perubahan iklim global. Sehingga, kita perlu untuk mengimbangi emisi karbon dengan langkah-langkah nyata. Salah satunya adalah dengan menanam pohon sebagai elemen yang dapat mengikat karbon dan menjaga emisi karbon tetap terkendali. Langkah lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengukur emisi karbon yang telah kamu keluarkan melalui beragam aktivitas pada tautan United Nation Framework Convention for Climate Change berikut :
https://offset.climateneutralnow.org/footprintcalc

Keenam langkah sederhana tersebut bisa kamu jadikan langkah kecil untuk berkontribusi dalam memerangi perubahan iklim. Jangan lupa, bahwa sekecil apapun kontribusi kita jika dilakukan terus-menerus dan disebarkan pada banyak orang, maka akan sangat bermanfaat!

Penulis : Nabhan Mudrik Alyaum

Ilustrator : Ni’mal Maula

Kuy bagikan :)

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Kaum Muda, Harus Berani Beda

Katanya Ibu Itu Madrasah Pertama Anak, Tapi Kok Perempuan Masih Dilarang Sekolah Tinggi-tinggi?