in

Thales Berbicara tentang Celaan, Harapan dan Waktu*

CELAAN

Tidak ada sesuatupun yang tidak layak dicela karena segala sesuatu pasti ada kekurangannya. Apabila kekurangan itu tidak tampak, itu karena bantuan Tuhan. Apa jadinya kalau kekurangan bahkan dosa itu Tuhan tampakkan? Rasanya, semua manusia tidak akan berani untuk berulah apa-apa.

Banyak omong itu bukan bukti pikiran seorang bijaksana. Apalagi banyak mencela. Yang bijaksana biasanya nggak banyak ngomong karena pikirannya lebih sibuk membaca dirinya. Bijaksana itu paradifmanya pas sesuai dengan kebutuhan.

A multitude of words is no proof of a prudent mind.

I will be suficiently rewarded if when telling it to others you will not claim the discovery as your own but will say it was mine.

HARAPAN

Semua orang berhak memiliki harapan.

Harapan berhubungan dengan waktu. Waktumu masih akan selalu ada jika harapanmu ada. Begitu juga kamu masih bisa bebas berharap jika waktumu masih ada.

WAKTU

Waktu adalah yang paling bijaksana dan yang membuat segalanya menjadi bijaksana.

Tenang saja, setelah itu (waktu yang telah ditentukan) maka urusanmu selesai.

Serumit apapun urusan, kamu bisa menjawab dengan waktu. Misalkan saja kamu sedang ada masalah, hadapilah dan waktu akan melewatkan begitu saja. Jika ada masalah lagi, maka tambah lagi dengan waktu. Bahkan yang seolah-olah tidak ada harapan, waktu akan memberi jawaban.

 

*Edisi belajar filsafat bareng Pak Fahrudin Faiz

 

Penulis : Fadhlinaa A.

Ilustrator : Ni’mal Maula

Kuy bagikan :)

What do you think?

0 points
Upvote Downvote
Surat untuk Mendikbud Baru: Dunia Pendidikan Beda dengan Bisnis Nadiem Makarim

Surat untuk Mendikbud Baru: Dunia Pendidikan Beda dengan Bisnis

Tukang Becak Nitip Salam untuk Mas Menteri

Tukang Becak Nitip Salam untuk Mas Menteri; Sebuah Obrolan Sok Tahu (Pt. 1)