Indonesian Day adalah sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia International Islamic University Malaysia (PPI-IIUM). Kegiatan ini bertujuan mempersatukan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi lanjut di IIUM serta sebagai sarana memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional.

Indonesian Day 2020 yang diselenggarakan selama empat hari dari tanggal 17 sampai 20 Agustus 2020, menghadirkan berbagai macam kegiatan mulai dari Food Stage, Reuni Alumni, Talkshow, hingga Tabligh Akbar.

Tahun ini, Indonesian Day membawa tema ‘Energy of Indonesia’ yang bermakna harapan untuk dapat membangkitkan kembali kesadaran anak-anak Indonesia untuk bersama memajukan dan berkontribusi demi kemajuan bangsa, serta membuka mata dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang mampu memberikan kontribusi secara nyata untuk mewujudkan kedamaian umat manusia.

Pelaksanaan Indonesian Day tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya disebabkan pandemi yang belum berakhir. Alih-alih mengadakan kegiatan tatap muka, penyelenggara melangsungkan seluruh rangkaian acara secara daring melalui kanal YouTube resmi PPI-IIUM.

Dari padatnya kegiatan selama lima hari tadi, setidaknya ada empat hal yang bisa dipetik:

Tetap Produktif di Tengah Pandemi

Tidak mudah untuk tetap menjaga produktivitas di tengah kondisi serba tidak pasti ini. Namun, ada beberapa hal yang dapat membantu kita untuk tetap produktif, diantaranya adalah ketepatan dan pengelolaan waktu.

Seperti dikatakan Lily Yulianti Farid, Direktur Makassar International Writers Festival (MIWF) di acara Talkshow (19/8), manajemen waktu mempengaruhi produktivitas, terutama pada anak muda.

Semangat Berbagi

Salah rentetan acara di Indonesian Day 2020 adalah Donasi. Donasi ini ditujukan kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang terkena dampak dari Pandemi Covid-19. Dengan adanya kegiatan donasi ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat anak muda untuk berbagi kepada yang membutuhkan di masa-masa sulit seperti saat ini.

Menumbuhkan Budaya Tepat waktu

Kembali ke acara Talkshow, Lily menyampaikan pengalaman ketika ia berada di Jepang. Ia mengatakan “Jika kita membiasakan hadir 15 Menit sebelum acara, maka kita akan fokus 100% Untuk mengikuti acara tersebut.” Lalu, apa yang dapat dilakukan mahasiswa?

Komitmen untuk datang tepat waktu, terutama dalam membuat janji. Pastikan diri kita untuk datang tepat waktu ketika membuat janji dengan siapapun. Lebih baik lagi bila datang setidaknya 15 menit sebelum waktu yang ditetapkan, sehingga kita dapat fokus pada kegiatan yang sedang kita jalani tanpa terpengaruh dari gangguan yang disebabkan karena keterlambatan kita sendiri.

Mencoba Hal Baru, Disiplin, dan Peduli

Di tengah pandemi ini, kita dituntut keluar dari zona nyaman agar dapat terus melahirkan inovasi. Banyak hal  baru yang didapat dari wabah ini, seperti kemampuan untuk membuat konten kreatif, mengatur rapat daring, dan eksperimen lainnya.

Disiplin dalam mengelola waktu menjadi hal yang wajib dilakukan. Seperti diketahui bahwa mahasiswa harus bisa membagi waktu antara kewajiban untuk menuntut ilmu dan berorganisasi di kampus. Penting bagi kita untuk mengatur waktu secara tepat supaya segala kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tidak menjadi bumerang yang membuat diri sendiri kewalahan.

Terakhir, menimbulkan rasa kepedulian terhadap sesama. Memahami bahwa di setiap perkumpulan atau organisasi, setiap bagian memiliki jatah dan kapabilitas masing-masing. Dengan adanya rasa peduli itu, kita dapat memahami kinerja dan kapasitas kita sebagai mahasiswa tanpa harus membandingkan satu sama lain.

***

So, siap membawa pembaharuan untuk Indonesia emas, kawula muda?

Penulis: Abid Fadlurrahman P/ Pemasaran ID Day 2020

Penyunting: Aunillah Ahmad