Di dalam kehidupan, pasti tidak semua yang terjadi adalah apa yang membuat kita senang. Ada kalanya, apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Sesuatu hal yang tidak kita sukai. Tapi, apapun itu, baik buruknya harus kita jalani dengan sebaik mungkin. Masalah-masalah yang sering muncul dalam hidup, kadang punya tempat untuk diceritakan. Tapi, kadang kala kita merasa tidak bisa bercerita dengan siapapun. ‘Aku bukan tipe orang pencerita dan suka curhat pada orang lain.’ Banyak sekali kaum milenial terkungkung dengan masalah yang ia hadapi. Tidak ada tempat melampiaskan permasalahan dengan positif dan akhirnya melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat dan merugikan orang lain. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk setidaknya mengurangi tegang emosional di dalam diri adalah dengan melakukan katarsis.

Secara umum, katarsis dapat diartikan sebagai suatu bentuk penyaluran emosi yang dipendam menggunakan berbagai cara yang tidak merugikan. Katarsis merupakan salah satu teori di dalam ilmu psikologi yang diperkenalkan pada tahun 1960 dalam suatu Journal of Abnormal Social Psychology dengan judul “Versus Chatartic Effect of A Vicarious Aggressive Activity.” Konsep ini berdiri atas dasar teori psikoanalisa Freud yang menyatakan bahwa emosi yang tertahan atau dipendam bisa mengakibatkan ledakan emosi yang berlebihan, sehingga diperlukannya penyaluran emosi yang dipendam tersebut.

Tentunya, banyak dari kita merasa tidak perlu untuk menceritakan masalah yang kita hadapi kepada keluarga atau orang terdekat dengan dalih bahwa kita bisa mengatasinya sendiri. Namun, hal ini terkadang malah menjadi penyebab munculnya tindakan-tindakan yang merugikan. Beberapa bentuk katarsis yang dapat kamu lakukan untuk menyalurkan emosi negatifmu adalah :

Menulis

Individu akan dibagi menjadi dua ketika berhadapan dengan menulis. Ada tipe individu yang hobi menulis dan ada yang tidak sama sekali tertarik dengan kepenulisan. Menulis bisa dilakukan dengan cara membuat buku harian setiap harinya dengan menyalurkan emosi-emosi yang dirasakan di hari tersebut. Suatu penelitian menyatakan bahwasanya menulis buku harian dapat membawa dampak positif bagi penulisnya dan tentunya juga dapat melatih kita untuk meningkatkan konsistensi terhadap self manajement. Terlebih jika kamu merupakan seorang mahasiswa. Tentu dunia tulis menulis sudah tidak asing lagi dan sudah sepatutnya menulis dijadikan bentuk pelepasan terhadap stress atau penyaluran emosi.

Jalan seni

Jika kamu merupakan tipe individu yang tidak suka menulis dan selalu buntu jika harus disuruh untuk menulis, maka kamu bisa melakukan katarsis dengan jalan seni. Banyak sekali bentuk seni yang dapat kamu gunakan sebagai bentuk kartasis kala sedang memiliki banyak masalah. Seperti seni rupa, seni musik, seni peran, dan masih banyak lagi. Melukis juga merupakan salah satu bentuk seni yang dapat kamu gunakan kala stress melanda. Tidak hanya untuk mengatasi stress dan sebagai saluran katarsis, melukis, menggambar, dan seni lainnya tetapi juga bisa menjadi ladang usaha dikala sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Sport

Teruntuk kaum pria bahkan juga sekarang wanita, bisa menyalurkan emosi yang ia pendam sekaligus menyalurkan hobinya dengan melakukan berbagai macam bentuk olahraga seperti marathon, badminton, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Begitu pentingnya sebuah katarsis dalam diri individu. Banyak sekali yang dapat kita jumpai bentuk-bentuk katarsis dan pastinya positif baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Carilah hobi yang memungkinkan untuk menambah dan mengasah kemampuan yang ada dalam diri, jangan malah mencari sesuatu yang tidak bermanfaat dan merugikan diri sendiri. Semoga bermanfaat!

Editor: Nawa

Gambar: travel Kompas