Nggak tahu kenapa, di akhir 2019 lalu beranda medsosku dipenuhi rasa syukur. Banyak mutual yang begitu berharap 2019 segera selesai, seraya berterima kasih pada diri sendiri karena 2019 dirasa begitu berat.

Ya, tahun lalu dirasa menjadi tahun penuh kerumitan dan perjuangan yang membuat setiap orang berjuang amat keras. Nggak sedikit yang menganggap 2019 jadi tahun terberat sepanjang hidup. Tetapi, teman-teman yang beranggapan seperti itu mestinya langsung berpikir ulang ketika memasuki 2020.

Tahun pertama dekade 2020-an ini membawa beberapa hal yang justru bikin risau. Bahkan lebih mengkhawatirkan daripada 2019. Selama sepekan berlangsung, beberapa kejadian penting nan mengkhawatirkan berskala nasional-internasional terjadi, antara lain:

 

 

1. Banjir Jakarta

Tanpa banyak basa-basi, hujan deras mengguyur Jabodetabek-Banten-Jawa Barat pada 1 Januari 2020. Nggak main-main, rangkaian hujan membawa Jabodetabek mengalami banjir cukup parah. Juga banjir bandang hingga tanah longsor terjadi di sekitar Banten dan Jawa Barat.

Banjir ini bukan sembarang banjir. Karena banjir kali ini salah satunya disebabkan oleh curah hujan hingga 377 mm dalam sehari. Hal ini merupakan rekor, pertama kalinya sepanjang sejarah, karena setara dengan curah hujan rata-rata seperempat tahun/3 bulan. Bayangkan, hujan setara tiga bulan tumpah hanya dalam sehari!

Bencana ini, meskipun merupakan siklus tahunan, tapi nggak bisa diabaikan. Menyebabkan dampak berupa kemacetan sampai lumpuhnya perekonomian. Juga menandakan bahwa krisis iklim nggak main-main. Curah hujan yang terlampau ekstrem juga setara dengan dampak siklon tropis di DIY-Wonogiri-Pacitan pada 2017 silam.

 

 

2. AS Membunuh Panglima Militer Iran

Bukan teroris yang dibunuh Amerika Serikat (AS) lewat perintah Presiden Trump, melainkan Panglima Militer Iran Qasem Soleimani. Nggak main-main, menurut beberapa pengamat, panglima militer di Iran punya wibawa setara dengan Wakil Presiden. Parahnya, panglima militer tersebut dibunuh bersama dengan pejabat tinggi Irak melalui serangan udara.

Yes, AS melakukan bombardir menggunakan pesawat tanpa awak/drone

Karena besarnya pengaruh panglima militer tersebut, Iran sampai berikrar untuk membalas dendam. Kabar terbaru, kepala Presiden Trump dihargai $80 juta dolar (sekitar Rp1,1 triliun) oleh pemerintah Iran karena pembunuhan ini.

Bahkan tersebar video bendera pernyataan balas dendam di Masjid Jamkaran, Kota Qom, Iran dikibarkan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Keadaan inipun cukup membuat khawatir, malah spekulasi Perang Dunia Ketiga bermunculan—sampai jadi trending topics dunia di Twitter.

Pastinya, perang bukanlah bercandaan. Perang Dunia Pertama membunuh 16 juta penduduk dunia—dengan korban genosida dan pandemi influenza saat perang dunia diperkirakan mencapai 50-100 juta jiwa. Sementara Perang Dunia Kedua membunuh 70-80 juta jiwa penduduk dunia. Jelas kan, kita sama sekali nggak berharap terlibat dalam perang–apalagi perang dunia.

 

3. Kebakaran Hutan di Australia

Akhir Desember hingga Januari identik dengan musim dingin, tapi itu di belahan bumi utara. Australia yang berada di belahan bumi selatan justru mengalami musim panas. Parahnya, musim panas di Australia makin buruk dampaknya karena pengaruh krisis iklim. Rekor suhu tertinggi pun terlewati di musim panas ini.

Lebih jauh lagi, musim panas di Australia kali ini diwarnai dengan kebakaran hutan hebat. Saking parahnya sampai membuat korban jiwa melayang, juga membuat udara di beberapa bagian Australia seperti New South Wales menguning karena asap.

Nggak kalah parahnya, hewan dan tumbuhan ikut merasakan dampaknya. Banyak pohon terbakar dan diperkirakan ratusan ribu hewan mati terpanggang. Beberapa foto beredar di medsos menggambarkan parahnya dampak kebakaran hutan Australia awal tahun ini.

Tiga peristiwa penting di atas baru sedikit dari banyaknya “kejutan awal tahun 2020”. Masih banyak peristiwa lain ataupun dampak-dampak turunan dari tiga peristiwa tersebut. Padahal, tahun 2020 baru berjalan selama sepekan.

Apakah kamu masih yakin 2019 adalah tahun terberat di hidupmu? Apapun jawabanmu, yuk bersiap buat menghadapi 2020 yang masih-sangat-panjang-dan-berliku. Krisis iklim dan potensi konflik menghantui tahun pertama dekade 2020-an ini.

 

Penulis: Nabhan Mudrik Alyaum

Ilustrator: Ni’mal Maula