Walaupun sudah banyak orang yang sudah peduli dan mempunyai cara untuk mengatasinya, persoalan sampah masih sering dianggap sepele. Jika dibandingkan dengan orang yang tidak peduli dan yang peduli mengenai sampah plastik, rasanya masih banyak orang yang tidak peduli dan tidak tahu bagaimana untuk memulai diet penggunaan plastik atau memanfaatkan sampah plastik.

Tumpukan sampah menyebabkan bau menyengat, banyak lalat dan mengundang penyakit bagi manusia maupun makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Tidak hanya itu, sampah-sampah yang dibuang ke sungai ataupun saluran air bisa menyebabkan banjir saat musim hujan tiba. Persoalan banjir yang disebabkan masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah ke sungai seharusnya menjadi perhatian khusus.

Pasalnya, membuang sampah ke sungai sama saja masyarakat sendiri mengundang banjir datang ke pemukiman, saluran-saluran air yang dipenuhi sampah ini membuat air tersendat dan tidak bisa mengalirkannya ke sungai, hal ini menyebabkan air keluar dan menggenangi pemukiman. Hal ini perlu disadari dan perlunya memulai untuk mengolah sampah rumah tangga dengan baik atau diet penggunaan kantong plastik.

Penulis memang belum bisa sepenuhnya diet penggunaan kantong plastik, terutama jajanan kemasan yang masih sulit dihindari, namun berupaya untuk diet plastik di beberapa aktivitas. Setidaknya empat tips berikut ini bisa diterapkan untuk diet kantong plastik dalam aktivitas sehari-hari.

Pertama, memilah sampah dengan menyediakan tempat sampah. 

Misalnya, membedakan tempat sampah untuk sampah organik dan non-organik. Hal ini bisa membuat kebiasaan baru, sampah organik dari buah-buahan ataupun bumbu dapur bisa dimanfaatkan untuk kompos tanaman. Sedangkan sampah non-organik bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan atau bisa ditampung di bank sampah. Aktivitas ini dapat meminimalisir kebiasaan membuang sampah ke sungai atau saluran air.

Kedua, ganti dengan plastik curah lalu pindah ke toples.

Kebiasaan membeli bahan dapur dengan kemasan kecil menggantinya dengan kemasan curah dan memindahkannya ke dalam toples. Hal ini untuk meminimalisir pengeluaran plastik sekali pakai. Misalnya kebiasaan membeli gula kemasan kecil sekali pakai diganti dengan membeli gula curah.

Ketiga, tidak minum dari air gelas atau botol kemasan.

Hal ini bisa diganti dengan membeli air galon atau merebusnya di rumah. Dengan begitu, rumah tidak mengeluarkan sampah gelas plastik atau botol plastik kemasan air mineral. Untuk aktivitas di luar rumah atau perkantoran bisa menggunakan botol minum yang bisa digunakan berkali-kali dan diisi ulang kembali.

Keempat, selalu membawa kantong  belanja

Bawalah selalu kantong belanja yang bisa digunakan berkali-kali, seperti totebag ataupun kantong belanja ramah lingkungan. Beberapa mini market ataupun toko sudah menerapkan tidak menyediakan kantong plastik, hal ini harus didukung oleh konsumen untuk selalu membawa kantong belanja ramah lingkungan dari rumah.

Empat tips ini bisa membantu untuk memulai diet kantong plastik, semakin banyak orang yang diet kantong plastik ataupun mengolah kembali sampah plastik akan membuat bumi semakin sehat dan melindungi makhluk hidup dari bahaya sampah plastik. 

Penyunting: Halimah
Sumber gambar: IDN Times