Dengan mengusung tema “Anak Pagerdawung Berani Bersuara, Terlindungi Haknya”

Program Kecamatan Berdaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan pemenuhan hak anak sebagai bagian penting dalam pembangunan.

Berdasarkan hasil observasi di Desa Pagerdawung, ruang partisipasi anak dalam proses pembangunan desa masih terbatas sehingga aspirasi mereka belum terakomodasi secara optimal. Selain itu, anak-anak juga menghadapi berbagai tantangan terkait hak atas perlindungan dan kesehatan, seperti potensi bencana gempa bumi, pentingnya akses terhadap air bersih, serta kesadaran mengenai kesehatan gigi. 

Program Hari Anak Pagerdawung diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman anak mengenai hak-haknya sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam aspek kesehatan dan kesiapsiagaan bencana.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan DP2KB2PA Kabupaten Kendal. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai hak anak oleh DP2KB2PA, kemudian dilanjutkan dengan edukasi yang diberikan oleh mahasiswa KKN mengenai air bersih dan cuci tangan, kesehatan gigi, serta mitigasi bencana. 

Sebagai bentuk implementasi hak partisipasi anak, peserta diajak menuliskan surat harapan kepada pemerintah desa. Surat-surat tersebut diharapkan menjadi media penyampaian aspirasi anak sekaligus masukan bagi pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan yang lebih ramah anak.

Sebagai penutup kegiatan, anak-anak mengikuti berbagai permainan tradisional seperti bakiak, congklak, dan gasing yang berfungsi sebagai sarana bermain sekaligus pelestarian budaya lokal. Permainan tersebut selanjutnya dihibahkan kepada perpustakaan desa agar dapat dimanfaatkan sebagai media literasi dan pembelajaran bagi anak-anak secara berkelanjutan.