BOJONEGORO – Mahasiswa KKN BBK 8 Universitas Airlangga bersama kelompok ibu PKK di Desa Pilang, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro telah melaksanakan kegiatan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi di Balai Desa Pilang pada hari Minggu (26/7) siang. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi volume minyak jelantah yang dibuang ke tanah, sungai maupun saluran air yang dapat mencemari lingkungan serta dapat menghambat saluran pembuangan.

Ide kegiatan ini berangkat dari informasi yang disampaikan oleh Bu Hartini sebagai ketua BPD Desa Pilang,  “Sebelumnya, masyarakat disini itu kebiasaan membuang minyak jelantah itu ya di tanah mbak atau nggak di saluran air gitu kalau udah nggak dipakai. Jadi harapannya dengan ada pelatihan ini bisa jadi solusi pemanfaatan minyak jelantah, biar nggak dibuang” ujar Bu Hartini, Ketua BPD Desa Pilang dalam sambutannya di kegiatan Eco-Scent. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Ibu Ketua BPD Desa Pilang, kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah tepat sebagai sarana berbagi informasi serta ilmu kepada masyarakat khususnya Kader PKK Desa Pilang.

Kegiatan Eco-Scent yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Unair ini tak terbatas hanya pada demonstrasi cara pembuatan lilin, tetapi juga menyampaikan informasi tentang minyak jelantah serta dampaknya bagi kesehatan apabila digunakan dalam jangka panjang dan dampak untuk lingkungan apabila minyak jelantah dibuang ke tanah, sungai maupun saluran pembuangan.

Sebelumnya, informasi tentang pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin sudah pernah didengar oleh masyarakat tetapi sosialisasi dan demonstrasi terkait pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah belum pernah dilakukan di Desa Pilang. Sehingga kegiatan Eco-Scent menjadi daya tarik tersendiri untuk masyarakat Desa. Dengan adanya sosialisasi serta demonstrasi pembuatan lilin dari minyak jelantah, diharapkan dapat menjadi ide kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh pihak desa Pilang serta ide bisnis UMKM lokal di desa Pilang.