Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro di Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, melaksanakan rangkaian program multidisiplin yang berfokus pada permasalahan kesehatan dan lingkungan masyarakat. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui Multidisiplin 2 pada 24 Juli 2026 dan Multidisiplin 1 pada 11 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Multidisiplin 2 pada 24 Juli 2026 yang mengangkat isu keberadaan nyamuk dan kesehatan lingkungan. Hal ini sejalan dengan Suistainable Development Goals (SDGs) 3 yaitu good health and well-being. Dalam kegiatan tersebut, Dua mahasiswa yaitu Leony Sitompul dan Cen Cen Nilam Sari terlebih dahulu melakukan pengumpulan data kuantitatif dan data kualitatif melalui wawancara dengan warga. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kebiasaan masyarakat dalam menghadapi permasalahan nyamuk di lingkungan rumah. Melalui interaksi langsung dengan warga, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kondisi dan kebiasaan masyarakat yang kemudian menjadi salah satu dasar dalam menentukan bentuk edukasi dan solusi yang diberikan. Salah satu alternatif yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah spray herbal berbahan sereh. Pemanfaatan sereh menjadi pilihan karena bahan tersebut relatif mudah ditemukan di lingkungan masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif berbahan alami untuk membantu mengurangi gangguan nyamuk.

Setelah mengangkat persoalan kesehatan lingkungan, perhatian mahasiswa kemudian berlanjut pada permasalahan pengelolaan sampah organik rumah tangga. Permasalahan tersebut menjadi fokus dalam pelaksanaan Multidisiplin 1 yang dilaksanakan pada 11 Agustus 2026. Hal ini termasuk ke dalam Suistainable Development Goals (SDGs) 12 yaitu responsible consumption and production. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengenalkan pengolahan sampah organik melalui komposter sederhana berbahan galon bekas. Penggunaan galon bekas menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak digunakan sekaligus menunjukkan bahwa pengolahan sampah organik dapat dilakukan secara sederhana dari lingkungan rumah tangga. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk melihat sampah organik tidak hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan melalui proses pengomposan. Pendekatan sederhana ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mengurangi sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga.

Kedua kegiatan multidisiplin tersebut memiliki keterkaitan melalui pendekatan yang berangkat dari kebiasaan dan kebutuhan masyarakat. Pengumpulan data kualitatif melalui wawancara menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Mahasiswa berupaya memahami kondisi masyarakat terlebih dahulu sebelum mengenalkan alternatif solusi.

Selain menjalankan program yang berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan, keterlibatan mahasiswa juga berlanjut melalui Program Sosial Masyarakat. Mahasiswa turut berpartisipasi sebagai panitia dalam kegiatan memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia bersama masyarakat. Keterlibatan dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda. Jika program multidisiplin menempatkan mahasiswa sebagai pihak yang mengidentifikasi permasalahan dan mengenalkan alternatif solusi, kegiatan sosial masyarakat menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang bekerja sama secara langsung.

Persiapan kegiatan kemerdekaan melibatkan koordinasi, pembagian tugas, dan kerja sama antara mahasiswa dan warga. Proses tersebut menjadi ruang untuk membangun interaksi sekaligus memperkuat nilai gotong royong dalam kehidupan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada penyelesaian permasalahan tertentu, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami masyarakat secara lebih dekat. Mulai dari wawancara mengenai kebiasaan warga, pengenalan spray herbal berbahan sereh, pengolahan sampah organik menggunakan galon bekas, hingga keterlibatan dalam kegiatan kemerdekaan, seluruh kegiatan menjadi bagian dari proses membangun hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memberikan solusi sederhana terhadap permasalahan lingkungan dan kesehatan, tetapi juga dapat mendorong partisipasi masyarakat serta membangun semangat kebersamaan melalui kegiatan sosial.

Editor: Salman
Gambar: Dokumentasi Tim KKN-R UNDIP Desa Kauman Kidul