SALATIGA – Selama 40 hari pelaksanaan KKN UNDIP di Kelurahan Kauman Kidul, Kirana Diwangsassri, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, turut menerapkan ilmu yang dipelajarinya melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Perannya mencakup perancangan media edukasi, pembuatan prototype, pendampingan masyarakat, hingga keterlibatan dalam pelayanan kesehatan melalui Program Multidisiplin 1 tentang pengelolaan sampah organik, Program Multidisiplin 2 tentang pengendalian vektor nyamuk, serta kegiatan sosial kemasyarakatan melalui Posyandu ILP.

Pada Program Multidisiplin 1, kontribusi difokuskan pada pengelolaan sampah organik melalui perancangan Work Instruction pembuatan komposter sederhana berbahan galon bekas. Penyusunan panduan diawali dengan mengumpulkan informasi mengenai alat, bahan, dan tahapan pembuatan komposter. Informasi tersebut kemudian disusun secara ringkas dan sistematis agar mudah dipahami serta dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

Tidak hanya berupa panduan, delapan prototype komposter dari galon bekas juga dibuat sebagai contoh penerapan pengolahan sampah organik. Dalam kegiatan edukasi kepada perwakilan PKK dari setiap RW, Kirana turut mendemonstrasikan secara langsung tahapan pembuatan komposter menggunakan galon bekas, mulai dari persiapan bahan hingga komposter siap digunakan. Sementara itu, pamflet Work Instruction yang telah dirancang dicetak dan dibagikan kepada masyarakat sebagai panduan untuk membuat komposter secara mandiri.

Pembagian produk dan pamflet spray serai anti nyamuk kepada Anggota Kelurahan Siaga Kauman Kidul

Penerapan ilmu Teknik Industri kemudian berlanjut pada Program Multidisiplin 2, yaitu Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Vektor Nyamuk. Dalam program ini, Kirana turut merancang media edukasi mengenai pembuatan spray anti-nyamuk berbahan dasar serai. Materi yang disusun mencakup pengenalan serai, manfaat dan kandungan alaminya, alat dan bahan yang diperlukan, tahapan pembuatan, cara penggunaan, hingga metode penyimpanan produk.

Agar informasi lebih mudah dipahami dan menarik bagi masyarakat, materi tersebut dikemas dalam bentuk pamflet lipat tiga yang memadukan teks, gambar, dan ilustrasi pendukung. Pamflet juga dilengkapi QR Code yang terhubung dengan digital pamphlet dan infografis. Media edukasi tersebut kemudian dibagikan kepada anggota Kelurahan Siaga (Kelsi), kader kesehatan RW, serta perwakilan Puskesmas Sidorejo Lor untuk mendukung penyebaran informasi mengenai pengendalian nyamuk.

Selain berfokus pada kegiatan berbasis edukasi dan perancangan, keterlibatan dalam KKN juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui Posyandu ILP. Dalam kegiatan ini, dilakukan pendampingan kepada kader dalam proses pengukuran dan pemantauan pertumbuhan bayi. Sebelum pengukuran dimulai, alat timbang dipastikan siap digunakan dan dikalibrasi untuk membantu menjaga ketepatan hasil pengukuran.

Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan pengukuran berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala bayi. Data yang diperoleh selanjutnya dapat digunakan untuk mendukung pencatatan serta pemantauan pertumbuhan bayi dalam kegiatan Posyandu.

Keterlibatan berbagai pihak selama pelaksanaan kegiatan turut menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan program. Dukungan tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari PKK dan kader kesehatan yang turut terlibat dalam berbagai kegiatan. Hal tersebut disampaikan oleh Kurnia Dwi Febriani, A.Md.Keb., yang mengapresiasi dukungan mahasiswa KKN selama berada di Kelurahan Kauman Kidul.

“Terima kasih kami ucapkan kepada teman-teman KKN yang sudah banyak membantu pihak kelurahan dan masyarakat Kauman Kidul dalam berbagai bidang. Dari masyarakat, PKK, semuanya sangat terbantu dalam mengatasi masalah sampah. Kemudian dari bidang kesehatan, Posyandu juga ikut terbantu karena teman-teman KKN ikut turun langsung memberikan bantuan, baik tenaga maupun support,” ujar Kurnia Dwi Febriani, A.Md.Keb.

Rangkaian kegiatan tersebut juga turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program pengelolaan sampah organik mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui edukasi pemilahan dan pengolahan sampah serta pemanfaatan kembali galon bekas menjadi komposter. Sementara itu, edukasi pengendalian vektor nyamuk dan keterlibatan dalam Posyandu ILP sejalan dengan SDG 3: Good Health and Well-being, khususnya dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit dan pemantauan kesehatan.

Selama 40 hari, pelaksanaan KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Mulai dari pengelolaan sampah organik dan pengendalian vektor nyamuk hingga pendampingan Posyandu, setiap kegiatan menjadi pengalaman untuk menerapkan ilmu Teknik Industri sekaligus memberikan manfaat yang diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat Kelurahan Kauman Kidul.

Editor: Salman
Gambar: Dokumentasi Tim KKN-R UNDIP Desa Kauman Kidul