YOGYAKARTA – Saat banyak pelaku usaha memilih menahan ekspansi di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan maraknya kabar pemutusan hubungan kerja (PHK), Muhammad Winesqi Nibras atau Ibas justru mengambil langkah sebaliknya. Sabtu (1/8), Ibas resmi membuka House of Ninoms, cabang keempat sekaligus outlet terbesar Ninoms Dimsum di Jalan Wiratama No. 82, Tegalrejo, Yogyakarta.

Bukan sekadar membuka cabang baru, House of Ninoms menjadi penanda evolusi bisnis yang dirintis Ibas dari usaha kecil hingga kini berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner top di Yogyakarta.

Berawal dari Keresahan Sederhana

Ninoms lahir dari pengalaman pribadi Ibas yang kesulitan menemukan tempat makan dimsum dengan suasana nyaman namun tetap ramah di kantong. Dari keresahan itu, Ibas mulai belajar membuat dimsum sendiri dan menjualnya melalui sistem Open Pre-Order (PO) di lingkungan sekolah.

Usaha kecil tersebut kemudian berkembang menjadi gerobak sederhana di depan rumah. Respons pelanggan yang terus meningkat membawanya membuka outlet dine-in pertama pada akhir 2024, disusul cabang di Gejayan dan Seturan pada 2025. Dua tahun berselang, perjalanan itu mencapai babak baru melalui House of Ninoms.

“Selama dua tahun terakhir kami belajar banyak dari pelanggan. House of Ninoms lahir sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan itu. Kami ingin menghadirkan pengalaman makan yang lebih lengkap tanpa meninggalkan identitas Ninoms yang sudah dikenal,” ujar Ibas.

Muhammad Winesqi Nibras atau Ibas (sebelah kiri)

Namun, perjalanan itu tidak selalu mudah. Ibas mengaku sempat diremehkan dan diragukan ketika memulai bisnisnya.

“Awalnya tentu ada rasa takut. Ada yang bilang usaha seperti ini tidak akan bertahan, bahkan saya sendiri pernah takut kalau tidak ada yang datang membeli. Tapi akhirnya saya memilih fokus bekerja daripada memikirkan keraguan orang,” ungkapnya.

Menghadirkan Pengalaman Bersantap yang Berbeda

Berbeda dari tiga outlet sebelumnya, House of Ninoms mengusung konsep Japanese–Indonesian Fusion Dining dengan memadukan sajian khas Jepang dan cita rasa lokal yang telah menjadi identitas Ninoms.

Interiornya menggabungkan nuansa tradisional Yogyakarta dan sentuhan minimalis Jepang untuk menghadirkan suasana yang hangat sekaligus modern. Dengan kapasitas lebih dari 60 kursi, area photobox, serta lokasi strategis di kawasan Tugu, restoran ini dirancang sebagai ruang berkumpul bagi keluarga, komunitas, hingga generasi muda.

“Kami ingin House of Ninoms bukan sekadar tempat makan, tetapi ruang untuk berkumpul, bercerita, dan menciptakan pengalaman yang berkesan,” tutur Ibas.

Signature Kabayaki Nikudon

Selain mempertahankan Signature Dimsum Mentai, House of Ninoms juga menghadirkan deretan menu baru seperti Signature Kabayaki Nikudon, Beef Hambagu, dan Ninoms Chicken Series sebagai bagian dari konsep Japanese–Indonesian Fusion yang diusung.

Menjadi Ruang yang Penuh Cerita

Spot Foto Paling Estetik

Melalui konsep baru ini, House of Ninoms ingin menjangkau pasar yang lebih luas, mulai dari mahasiswa dan Gen Z yang mencari tempat nongkrong estetik hingga keluarga yang membutuhkan ruang makan nyaman dengan pilihan menu yang beragam.

Bagi Ibas, ekspansi ini bukan sekadar tentang memperbesar bisnis, melainkan memperluas manfaat kepada pelanggan maupun tim yang tumbuh bersama Ninoms.

“Harapan saya sederhana. Semoga House of Ninoms menjadi tempat yang penuh cerita dan keberkahan, baik bagi tim kami maupun setiap orang yang datang. Orang pulang bukan hanya karena senang makanannya enak, tetapi karena mereka membawa pulang pengalaman yang menyenangkan,” pungkasnya.

(Milenialis.id/Attariq)