Messi memutuskan pensiun, akhir dari sebuah era


6 Oktober 2026 adalah hari yang menyedihkan bagi banyak laki-laki di dunia. Pada hari itu, Messi memainkan laga internasional terakhirnya bagi timnas Argentina. Sosok yang selama 22 tahun bermain di level tertinggi sepakbola, akhirnya memutuskan untuk pensiun.

Walau gagal menjuarai Piala Dunia 2026, Messi menutup karirnya dengan indah. Gelar-gelar internasional seperti Copa America, Piala Dunia 2022, dan Finalissima ia persembahkan bagi publik Argentina. Tak heran, kepergiannya disambut tangisan ribuan orang di Argentina, bahkan seluruh dunia.

Messi adalah idola bagi banyak orang, termasuk saya. Saya teringat dahulu mengenakan jersey biru-merah Barcelona dengan nomor 10 di punggung. Membayangkan menjadi Lionel Messi, bisa menggocek pemain lawan sebelum akhirnya mencetak gol. Atau berdebat dengan teman sekelas, mempermasalahkan siapa yang lebih hebat antara Messi dan Ronaldo.

Belum lagi saat begadang hingga tengah malam demi melihat Messi bermain di Champions League. Dilanjut pagi harinya merasa menjadi bocah paling keren karena kuat begadang dan nonton pertandingan secara live. Saat itu saya tidak memikirkan masa depan. Cukup bahagia hanya dengan bermain bola dan melihat idola mencetak gol. 

Messi bertambah tua, begitupun saya

Bocah yang dahulu bermain bola mengenakan jersey Messi itu kini telah beranjak dewasa, sementara Messi semakin mendekati akhir karir sepakbolanya. 

Perjalanan panjang karir Messi ditutup dengan gilang-gemilang berhiaskan beragam trophy dan penghargaan pribadi. Sementara saya, masih belum mampu mendapatkan satu “trophy” pun dalam hidup. Saya kini terjebak pada pertanyaan-pertanyaan “kapan lulus?”, “nanti mau kerja apa?”, dan “kapan mulai punya penghasilan?”. 

Ketika kecil, saya membayangkan menjadi orang dewasa itu enak. Punya kerjaan, uang sendiri, dan bebas melakukan apapun. Tetapi setelah perlahan memasuki usia dewasa, ternyata semua itu datang bersama tuntutan ekonomi, ketidakpastian karier, dan tekanan untuk sukses.


Sedih bukan hanya karena Messi pensiun, tapi…

Selama bertahun-tahun, saya merasa Messi tidak akan berhenti bermain sepakbola. Terbiasa melihatnya mencetak gol, memecahkan rekor, bahkan terus dibandingkan dengan wonderkid ketika usianya sudah mendekati kepala empat. Akhirnya saya menyadari Messi kian menua, begitupun dengan saya.

Messi telah menuntaskan sepakbola, tetapi saya masih mencari jati diri. Mungkin yang membuat saya sedih bukan hanya pensiunnya sang legenda, tetapi juga menjadi dewasa. Menyadari bahwa saya bukan lagi seorang anak kecil yang bahagia dengan bermain bola dan menonton Messi, tetapi kini memasuki usia dewasa dengan tenggat skripsi, pekerjaan, dan masa depan.

Gambar: Pinterest