Identitas Buku

Judul Buku      : Jejak Halefa “ Kisah Sang Pewaris Terakhir Suku Indian Muslim “

Pengarang       : Md. Aminudin

Penerbit           : Salsabila

Tahun Terbit   : April 2013

ISBN               : 978-602-98545-4-1

Tebal Hal        : 328 halaman

Lebar               : 14 cm

Panjang           : 21,5 cm

Sinopsis Buku

“Dari ceritamu, aku dapat menyimpulkan bahwa kamu memang sudah disiapkan untuk menjadi penggembala bagi kaum bangsamu, bahkan sejak orangtuamu belum dilahirkan. Menggembala domba adalah latihan pertamamu sebelum kau terjun ke medan perjuanganmu yang sebenarnya.”

Bersama kudanya yang Tangguh, Halefa memulai petualangan di alam liar nan ganas, menembus prairi, sungai, dan lembah untuk menemukan pembunuh orang tuanya dan menelusuri jejak peta warisan yang hilang.

Dalam petualangannya, gembala enam belas tahun itu berkenalan dengan bandit pemburu emas yang licik yang kelak menjadi musuh besarnya.

Setelah melewati peperangan dan sengketa, akhirnya ia menemukan warisannya; sebuah peta yang mengantarkannya pada piagam yang menunjukkannya sebagai pewaris terakhir bangsa Indian.

Sebuah buku kehidupan yang satu setengah abad terkubur dalam tanah. Mengakhiri perpecahan antarsuku Indian.

Berisi apakah buku kehidupan itu?

Inilah novel berlatar sejarah Amerika Klasik pertengahan abad ke-18 yang sarat kisah petualangan, filosofi hidup, dan pesan kearifan.

Isi Resensi

Berbekal duka cita dan dendam yang tak tahu ditujukan kepada siapa, Halefa memutuskan untuk pergi ke tanah kelahirannya. Satu tujuannya adalah mencari pembunuh orangtuanya. Tapi, kemana ia pergi?” (hal. 34)

Buku ini menceritakan pewaris terakhir suku Indian Apache yang tersisa dari pembantaian oleh para bandit kulit putih.

Meskipun pembantaian itu sudah lewat seabad, Halefa sebagai generasi penerus suku Apache masih harus tetap survive menghadapi kerakusan para bandit kulit putih itu.

Ketika melihat kemampuan Halefa yang sudah diasah sejak kecil, aku jadi takjub dan menjadi sadar betapa besar pengaruh orang tua terhadap perkembangan anaknya.

Halefa sudah terasah dengan didikan ayahnya di kehidupan liar dan juga sudah terdidik dengan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan ibunya.

Dengan bekal dari keduanya, Halefa bisa tumbuh menjadi petualang yang hebat.

Rasa kesalku turut meledak-ledak ketika para kelompok bandit putih itu semena-mena menghabisi bangsa Indian sebagai penduduk asli.

Obsesinya terhadap emas sudah menggelapkan mata mereka sebagai manusia. Sehingga mereka tak segan merusak, mengusir bahkan menghilangkan nyawa bangsa Indian.

Momen ini mengingatkanku pada sebuah pepatah “satu bumi tidak akan cukup bagi orang yang rakus” yang berarti orang rakus tidak memiliki batas maksimal kepuasan terhadap apapun kecuali batas itu ialah kematian pada dirinya.

Momen yang tak kalah menarik ialah ketika Halefa melakukan perjalanan menuju tanah moyangnya.

Perjalanan ini sangatlah panjang dan tak jarang petuah dan kejadian ditemukan Halefa sebagai salah satu bekal perjalanan. Tak jarang pula aku mendapat cara pandang kehidupat lewat episode ini.

Novel ini berhasil membuka wawasanku terhadap suku-suku pedalaman khususnya Indian.

Mulanya, gambaranku terhadap suku-suku pedalaman adalah gambaran yang familiar di kalangan awam. Mulai dari pemeluk kepercayaan dinamisme atau animisme, bahkan sampai kanibalisme.

Namun, dalam novel ini menceritakan suku Indian merupakan suku yang memiliki keberagaman dan sudah ada kemajuan dalam berkehidupan. Mulai dari busana, peribadatan, dan lain sebagainya.

Hal ini membuka kemungkinan bahwa kemajuan yang dijalani oleh suku Indian itu dialami juga oleh suku pedalaman lainnya.

Kelebihan Buku

Novel ini bertemakan sejarah. Namun, Md. Aminudin sebagai penulis berhasil merangkai peristiwa, mengungkap fakta, dan merangkai kata demi kata dengan baik sehingga selama ini tidak ada rasa bosan membaca rangakaian kata yang beliau susun.

Novel ini worth it buat orang yang ingin mulai membaca dan bisa mengurangi stigma bahwa sejarah itu hal yang membosankan.

Banyak pelajaran yang akan dijumpai ketika membaca novel ini. Aku menangkap nuansa yang berbeda dari amanat yang hendak disampaikan penulis di buku ini.

Dengan berlatarkan penjelajahan, aku seolah-olah menerima petuah dari para pengelana yang telah banyak merasakan pahit-manis kehidupan.

Nuansa inilah yang menjadikan para tokoh di novel ini terlihat luar biasa dan menjadikan novel ini berbeda.

Kabarnya novel ini adalah bagian pertama dari trilogi sejarah Indian Amerika. Artinya, akan ada seri yang melanjutkan kisah di buku ini. Dan tentu ini akan menjadi daya Tarik bagi orang yang penasaran dengan kelanjutan cerita di buku ini.

Md. Aminudin sendiri merupakan salah satu penulis yang sudah berpengalaman. Beliau telah menuliskan empat novel yang semuanya bertemakan sejarah.

Beberapa penghargaan juga berhasil disabet oleh beliau. Antara lain : Fiksi Islami terbaik JIBF 2008, Lima terbaik fiksi dewasa Islamic Book Fair 2012.

Kekurangan Buku

Kadang perlu memahami beberapa paragraf secara berulang karena penulis terkadang Menyusun terlalu banyak kata sehingga kesalahpahaman itu muncul.

#LombaResensiMilenialisid

Editor: Lail

Gambar: Google