Hukum alam yang berpasang-pasangan memang sewajarnya terus berlaku. Ada cinta, ada patah hati. Ada lovers, ada juga haters. Ada pujian, ada juga ujaran kebencian. Begitu juga ada aku, pasti ada kamu. Eaaaaaa~ Nah, semua pasang-pasangan tersebut memiliki peran masing-masing dalam mewarnai putaran roda kehidupan – kayak bianglala itu lho – tinggal bagaimana kita menikmati masa-masa indah saat bersamanya. Pasti pernah dengar dong pepatah “semua akan indah pada waktunya.”

Berbicara tentang hate speech atau biasa juga disebut dengan ujaran kebencian, rasa-rasanya akhir-akhir ini seringkali terjadi. Apalagi di tahun politik begini dimana kelompok yang satu menyerang kelompok lain dengan berbagai macam ujaran kebencian yang dapat dilontarkan. Haduh, beneran nggak ada selesainya deh!
Kalau kita menilik ke wikipedia, hate speech dapat diartikan sebagai tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain dalam hal berbagai aspek seperti ras, warna kulit, etnis, gender, cacat, orientasi seksual, kewarganegaraan, agama, dan lain-lain.Hm, ternyata luas ya, cakupan artinya.

Nah, meskipun kalian enggak lagi nyaleg ataupun terjun ke dunia perpolitikan, tapi pasti pernah kan menjadi korban dari hate speech? Seenggaknya hate speech tingkat rendah alias bahasa milenialnya adalah pembulian. Tapi tenang, kalau kalian pernah jadi bahan bully-an meskipun sekadar bercanda, tetep easy going aja gaes. Lah, gimana sih caranya biar tetep easy going gitu? Menurut milenialis nih, salah satu tipsnya adalah dengan mengingat dan menanamkan mindset filosofi pupuk.

Pupuk yang biasa digunakan untuk menyuburkan dan atau mempercepat pertumbuhan tanaman berasal dari tumbuhan yang sudah busuk dan atau kotoran hewan yang telah dicampur dengan tanah. Tumbuhan busuk dan kotoran hewan tersebut merupakan sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Meskipun begitu, komposisi tersebut sangat dibutuhkan dan sudah terbukti memiliki kandungan nitrogen (N) yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Sehingga dengan kontribusinya dapat tercipta keindahan alam dengan bunga-bunga yang semerbak, sayur mayur dan buah-buahan yang menyehatkan, pohon-pohon yang menyejukkan dan tanaman-tanaman lain yang kaya akan manfaat.

Dengan selalu mengingat filosofi pupuk, kalian dapat memanfaatkan hate speech menjadi sesuatu yang positive untuk diri sendiri dan dapat dijadikan bahan intropeksi diri supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik yang terus bertumbuh menebar manfaat. Kalaupun hate speech nya nggak bener, pinter-pinter aja memfilter. So gaes, jangan sampai hate speech malah bikin makan hati, lebih-lebih frustasi. Yuk jadikan motivasi untuk lebih baik lagi!

Penulis: Fadhlinaa A.

Kredit