Tips Memilih Pekerjaan Part Time untuk Mahasiswa

Tips Memilih Pekerjaan Part Time untuk Mahasiswa

Pekerjaan part time di tempat yang bergengsi tentunya merupakan mimpi banyak mahasiswa. Selain bisa mendapatkan tambahan uang jajan, mahasiswa juga bisa sekaligus belajar banyak tentang dunia profesional. Apalagi kalau kita memang mendapatkan kesempatan bekerja part-time di tempat yang bergengsi, hal itu akan menjadi ‘bahan baru’ di CV kita, bahkan menjadi bahan pertimbangan oleh HRD saat melamar pekerjaan nanti.

Akan tetapi di sisi lain, ada banyak teman-teman mahasiswa yang masih bingung bagaimana memilih pekerjaan yang bagus dan cocok untuknya. Oleh karena itu, saya akan berbagi tips tentang bagaimana mencari pekerjaan part time yang cocok untuk mahasiswa, diantaranya:

1. Pilihlah pekerjaan yang bisa meningkatkan skill tertentu

Ada banyak sekali skill profesional yang bisa kita pelajari di luar sana, dan mungkin tidak akan bisa kita dapatkan di bangku perkuliahan. Akan tetapi karena kita adalah manusia biasa yang punya banyak keterbatasan, pilihlah 1-2 skill yang sekiranya akan membantumu di masa mendatang, khususnya nanti setelah lulus.

Misal saat ini kamu seorang mahasiswa pendidikan. Maka carilah pekerjaan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, misalnya; menjadi guru les privat. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan pengalaman, plus peningkatan skill baru berupa mengajar dan cara berkomunikasi dengan murid. Yang mana pengalaman kerja dan skill tersebut akan membantumu setelah lulus nanti, saat terjun ke lapangan menjadi seorang guru profesional.

Ditambah lagi, pengalaman mengajar les privat itu bisa dimasukkan ke dalam CV mu saat ingin melamar kerja, dan tentunya hal itu akan menjadi bahan pertimbangan oleh HRD.

2. Jangan jadikan salary menjadi tujuan utama

Banyak diantara kita yang bekerja dengan menjadikan uang sebagai tujuan utama. Tidak ada yang salah memang, karena itu pilihan masing-masing orang. Tapi saran saya, khususnya untuk mahasiswa yang masih punya tanggungan perkuliahan, jangan jadikan uang sebagai tolak ukur utama.

Mentang-mentang instansi A menjanjikan gaji yang besar, asal langsung daftar aja. Padahal, dunia pekerjaan tidak sesederhana itu. Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan, seperti lingkungan, tekanan dari atasan, jam kerja, dan berbagai macam hal lainnya.

Jangan sampai kita hanya tergiur dengan janji salary yang besar, tapi ujung-ujungnya malah mengorbankan kesehatan, mental, dan perkuliahan kita sendiri.

3.  Lakukan riset kecil-kecilan sebelum mengambil sebuah pekerjaan

Ketika ada lowongan pekerjaan yang sekiranya cocok, coba cari dulu informasi tentang instansi atau perusahaan tersebut. 

Berapa jam kerjanya? Apa saja job desc nya? Bagaimana lingkungan kerjanya? Apakah hasilnya halal atau tidak? Karena nantinya, semua itu kamu sendiri yang akan menjalaninya, dan kamu harus bertanggung jawab atas itu semua. Jangan sampai hanya karena kurang riset, waktu kamu jadi terbuang sia-sia, atau bahkan sampai merasa tersiksa di dunia pekerjaan.

Cara risetnya bagaimana? Kalau ada kenalan orang yang bekerja disana kamu bisa tanyakan kepada dia tentang banyak hal. Kalau tidak ada, coba hubungi cp (contact person) yang tertera. Jangan sungkan untuk bertanya, karena ini demi kebaikan kedua belah pihak kok.

4. Jangan sampai pekerjaan tersebut mengganggu kuliah

Sebagai mahasiswa, apalagi mereka yang masih dibiayai penuh oleh orang tua, ingat! Menyelesaikan perkuliahan adalah amanah yang orang tua berikan. Jadikan perkuliahan sebagai prioritas utama, jangan sampai hanya demi tambahan uang jajan, atau dengan alasan menambah pengalaman, kuliahnya malah jadi terbengkalai.

Karena kenyataannya banyak sekali teman-teman yang awalnya coba-coba mulai bekerja, lalu malah keasyikan dan akhirnya menelantarkan perkuliahan mereka. Lulusnya molor, tugas akhir juga nggak selesai-selesai karena sibuk ini-itu.

Padahal sebagai seorang muslim, amanah adalah hal besar yang harus ditunaikan sebaik mungkin, apalagi kalau itu adalah amanah  dari orangtua kita sendiri.

5. Konsultasi kepada orangtua dan para senior

Ini salah satu hal yang seringkali kita lupakan. Mentang-mentang kita merasa sudah dewasa, hidup sendiri, bukan berarti kita bisa mencukupkan diri dari yang namanya nasehat. Terutama dari orang-orang yang lebih berpengalaman dari kita.

Sebelum memutuskan untuk bekerja part time, cobalah minta izin kepada orang tua terlebih dulu. Kalau memang diizinkan, silahkan lanjutkan. Kalau tidak dapat restu, jangan dipaksakan. Karena ridho orang tua adalah salah satu sumber keberkahan itu sendiri.

Jangan lupa minta saran kepada senior-senior yang juga kuliah sambil bekerja tentang bagaimana cara membagi waktu dengan baik, bagaimana lingkungan dunia kerja, dan sebagainya. Semoga dengan adanya saran dan masukan dari mereka, kita bisa belajar banyak hal dan tidak sampai salah dalam mengambil langkah.

Semoga bermanfaat.

Oleh Ridho Ghifary

Sedang menempuh pendidikan S2 di International Islamic University, Malaysia.