Kompetisi kasta kedua sepakbola seringkali di pandang sebelah mata. Dianggap tidak seru atau kurang menarik. Karena itu kompetisi tier 2―tingkat dua―tidak terlalu mendapat sorotan publik. Paling-paling hanya para pemain judi bola yang rajin menonton laga di kompetisi tier 2.

Kompetisi sepak bola tier 2 di Indonesia dinamai Pegadaian Championship. Setelah sebelumnya bernama Liga 2.  Perubahan dilakukan setelah PT LIB menggelar RUPS. Entah tujuannya apa saya kurang mengerti. Tetapi yang jelas PT LIB cukup sering mengganti nama liga. Untuk nama yang terakhir ini mirip dengan nama kompetisi tier 2 di Inggris.

Sebagai salah satu penggemar tim kontestan Pegadaian Championship, tentu mau tidak mau saya harus mengikuti perkembangannya. Belum lama ini pihak liga sudah merilis format kompetisi beserta pembagian grupnya. Dan menurut saya, Pegadaian Championship musim 2025/2026 menarik untuk di tonton.

Berisikan Klub-klub Alumni ISL

Jika anda dulu mengikuti perkembangan Indonesia Super League (ISL), maka anda pasti sedikit hafal beberapa klubnya. ISL disebut-sebut sebagai liga paling memorable bagi kalangan penonton bola lokal. Nah, beberapa dari alumni ISL kini menjadi kontestan Championship. Mereka akan saling sikut untuk mengamankan tiket promosi ke kasta tertinggi.

Beberapa tim yang dimaksud antara lain; Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Deltras Sidoarjo, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, PSIS Semarang, dan Barito Putera. Aroma klasiknya sangat kuat!

Sudah jelas bahwa beberapa tim di atas merupakan tim legend. Sebut saja Persipura dan Sriwijaya FC. Keduanya pernah menjuarai ISL. Sangat keterlaluan jika anda tidak mengenal kedua klub ini.

Banyak Pemain dari I-League hijrah ke tim Pegadaian Championship

Bertambahnya regulasi pemain asing I-League―kompetisi tier 1―membuat persaingan antarpemain menjadi lebih ketat. Diketahui PSSI mengizinkan setiap tim di I-League untuk mendaftarkan 11 pemain asing. Dengan catatan hanya 7 pemain asing saja yang boleh berada di lapangan. Alias bertanding bermain bersama.

Akibat regulasi ini, banyak pemain lokal menjadi tersisih. Mereka tidak mendapatkan tempat utama di skuad. Mau tidak mau mereka harus mencari menit bermain di kasta kedua. Maka tak heran jika pemain di liga kasta kedua sekarang lebih elit. Daripada musim-musim sebelumnya.

Tim Debutan yang Siap Memberi Kejutan

Pada kompetisi Championship musim depan, kita akan disajikan penampilan dari kontestan anyar. Tim yang dimaksud yaitu Garudayaksa FC dan Sumsel United. Keduanya merupakan hasil akuisisi dari klub Liga 2 tahun lalu. Yakni PSKC Cimahi dan Persikas Subang, yang kemudian berganti nama.

Kedua tim tersebut bagi saya juga patut diwaspadai. Mereka jelas telah menyiapkan skuadnya dengan baik. Ini terlihat dari uji tanding Garudayaksa FC melawan Visakha FC―klub papan atas Liga Premier Kamboja. Dalam laga tersebut, Garudayaksa berhasil menumbangkan Visakha FC dengan skor 2-0. Sedangkan Sumsel United menjungkalkan tuan rumah PSS Sleman dengan skor 2-1. Hasil positif dari ujicoba cukup menjadi bukti bahwa keduanya siap bersaing di Pegadaian Championship.

Sebetulnya masih ada lagi klub yang bagi saya asing. Namun tim tersebut telah ada pada Liga 2 musim lalu. Nama klubnya adalah Adhyaksa FC. Tim yang diduga milik kejaksaan RI juga telah menyiapkan skuad dengan matang.

Walhasil, Pegadaian Championship tahun 2025/2026 ini cukup menarik untuk ditonton. Terutama bagi yang rindu dengan nuansa kompetisi klasik seperti ISL. Menontonnya akan mengingatkan anda pada masa lalu. Saat Liga Indonesia masih memiliki taji.

Editor: Pratama

Foto: Jawapos.com