Pertanyaan paling sering ditujukan buat mahasiswa sejak maba adalah “habis lulus mau kerja dulu atau nikah dulu?” Padahal, ada pertanyaan yang lebih dulu perlu dijawab dibanding kerja atau nikah, yaitu mau lulus cepat tapi susah dapat kerja atau mau kerja dulu tapi lulusnya lama?

Sebelum mulai ke intinya, artikel ini membahas pilihan-pilihan pahit yang harus diambil. Kalau kamu nggak terjebak dalam pilihan sulit, itu bagus. Anggap saja sebagai privilege. Tapi, banyak juga yang nggak semulus itu.

Selain itu, aku sangat menghargai teman-teman yang mati-matian ingin lulus cepat, mencari pergaulan seluas-luasnya, dan sesegera mungkin dapat kerja demi keluar dari situasi under-privilege.

Lulus Dulu, Tapi Susah Dapat Kerja

Susahnya dapat kerja nggak terhindarkan. Karena dalam waktu yang hanya 3-4 tahun kita harus menjalankan perkuliahan dengan baik. Kadang, karena ambis mengejar kelulusan sampai lupa mencari pengalaman maupun pergaulan untuk persiapan kerja dan berkehidupan setelah kuliah.

Tapi, kadang opsi ini harus diambil oleh teman-teman dengan keadaan tertentu. Misal anak pertama yang harus “memberi jalan” untuk adik-adiknya, atau ada kewajiban yang harus dipenuhi, misalnya beasiswa.

Lalu, apakah kalau lulus cepat dan langsung dapat kerja itu pasti beruntung?

Beberapa waktu lalu, saya ketemu dengan teman yang sudah lulus dan nggak lama kemudian dapat kerjaan. Dia termasuk golongan yang beruntung dalam hal kecepatan mendapat pekerjaan.

Lalu, aku bertanya ke teman yang satu ini. Kira kira pertanyaannya, “Sesuai ngga sih ilmu yang kamu dapat di kampus dengan kebutuhan pekerjaan?”

Kata dia, “Sesuai, semua sudah pernah dipelajari. Tapi birokrasinya itu loh yang rumit.” Nah, ternyata ada proses adaptasi yang perlu dilakukan sebelum benar-benar bisa bekerja dengan baik.

Itu pun dirinya termasuk beruntung, karena kenyataannya banyak yang nggak bisa dapat kerjaan. Mulai dari keahlian nggak sesuai, kurang pengalaman, keinginan pekerjaan yang terlalu tinggi, atau, ya, sebatas belum beruntung saja.

Kerja Dulu, Tapi Lama Lulusnya

Selanjutnya, masuk ke opsi pahit kedua. Ada banyak kesempatan untuk kerja di masa-masa kuliah. Mulai dari membantu riset dosen, part-time, atau membangun pergaulan hingga bisa dapat kerjaan sebelum lulus menyandang gelar.

Tapi, namanya bekerja pasti menyita waktu. Selain itu, pekerjaan apapun pasti menguras pikiran dan tenaga. Nah, hal ini menjadi tantangan di tengah padatnya jadwal perkuliahan.

Walhasil, bagi orang-orang yang bisa dapat kerja sebelum lulus sering kali kuliahnya terbengkalai. Banyak juga yang setelah semester 6 kerja, lalu skripsinya terabaikan. Baru digarap lagi di semester 12. Duh, ironis tapi nyata.

Tapi, opsi pahit ini nggak jarang harus dipilih sebagian kalangan. Misalnya oleh teman-teman yang perekonomiannya terdesak, atau yang menyadari persaingan dunia kerja sangat keras, bisa juga sekadar ingin mandiri secara finansial sesegera mungkin sehingga begitu lulus harus punya gaji yang cukup besar.

Pahitnya, opsi ini bisa jadi membuat orang tua kecewa karena nggak lulus-lulus. Pastinya juga jadi beban nggak berkesudahan bagi yang mengalami. Karena selalu ditanya saat lebaran, pulang kampung, bahkan saat kenalan dengan stranger di manapun dan kapanpun.

Mana yang Lebih Baik?

Kalau bisa keduanya, ya pastinya lebih baik. Tapi, kan ngga semua orang bisa gitu. Mungkin karena ngga beruntung, atau ya karena ngga mampu aja.

Jadi, mari pilah-pilah dua kemungkinan pahit ini. Pertama, kalau kamu ingin lebih cepat lega, ada kemungkinan lanjut kuliah, atau harus menyudahi beban siapapun pembayar uang kuliahmu, maka lulus cepat adalah pilihan yang tepat.

Namun, kalau kamu ingin pengalaman yang lebih baik, atau terdesak kebutuhan ekonomi, pilihan kerja dulu dengan menunda kelulusan boleh banget jadi pilihan. Yang jelas, namanya pilihan pahit ya pasti banyak keburukan dan ketidakenakannya. Tapi risiko ini kita ambil demi kebaikan yang lebih besar.

Sebenarnya kedua pilihan sama-sama baik dan nggak perlu menghakimi orang lain kalau pilihan pahit yang diambil berbeda dengan kita. Bahkan kalaupun kamu termasuk yang lama lulusnya dan susah dapat kerjaan, ya nggak perlu disesali. Karena timeline dan kesuksesan tiap orang nggak sama waktunya.

Yang penting, apapun yang terjadi tetap usahakan yang terbaik sesuai kemampuan kita ­čÖé

Editor: Hammam
Gambar: Perfectresume.ae