Halo sobat milenialis!

Masih ingetkan kejadian Senin pagi, 29 Oktober 2018 kemarin? Ketika Indonesia berduka karena Pesawat Lion Air jurusan Jakarta – Pangkalpinang dengan kode penerbangan JT610 jatuh di perairan utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Karena peristiwa itu, banyak warganet yang menjadi takut naik pesawat terbang. Bahkan mungkin, termasuk diri kita.

Namun, sebenarnya kamu nggak perlu takut naik pesawat terbang. Berikut penyebabnya

1. Pesawat terbang adalah transportasi paling aman

Menurut European Commision dan penelitian Research in Transportation Economics: The Economics of Transportation (Savage, 2013), tingkat kecelakaan pesawat terbang sangatlah kecil. Bahkan, cenderung paling kecil dibandingkan dengan moda transportasi lain baik darat maupun udara.

2. Seharusnya kita lebih waspada ancaman keselamatan sepeda motor

Masih berdasarkan penelitian Savage (2013), moda transportasi dengan angka kecelakaan tertinggi adalah sepeda motor, lho

Hanya saja, satu kejadian kecelakaan pesawat terbang seringkali melibatkan cukup banyak korban jiwa dengan intensitas pemberitaan yang sangat tinggi. Sebaliknya, kecelakaan sepeda motor jarang diliput media walaupun setiap hari ada nyawa yang melayang karena kecelakaan sepeda motor di jalanan.

3. Yang penting, kurangi risiko dan doa memohon keselamatan

Perjalanan dengan moda apapun pastinya memiliki risiko. Oleh karenanya, yang bisa kita lakukan hanyalah berhati-hati untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko.

Selebihnya, jangan lupa berdoa memohon keselamatan sebelum memulai perjalanan, ya!

Sumber :

European Commision. 2015. Archive : Transport Accident Statistics. https://ec.europa.eu/eurostat/statistics-explained/index.php/Archive:Transport_accident_statistics. Dilihat pada 30 Oktober 2018 pukul 16.54 WIB

Savage, Ian. 2013. Comparing the Fatality Risks in United States Transportation Across Modes and Over Time. Research in Transportation Economics: The Economics of Transportation Dilihat pada 30 Oktober 2018 vol. 43 (1), hal. 9-22


 Penulis:

   Nabhan Mudrik Alyaum

Mahasiswa, penulis, blogger, penggiat media sosial, penyuka makanan pedas sekaligus perantau yang tinggal di Kota Yogyakarta