Halo, diantara kalian pasti sudah nggak asing dong dengan kata “privilege”. Yup privilege merupakan hak istimewa yang didapatkan oleh seseorang. Banyak banget privilege di dunia ini, salah satunya adalah woman privilege

“ Bapak itu loh, kalau yang minta tanda tangan cewek aja langsung di acc, coba deh kalau cowok”, ujar si A

“ Kalau di chat sama cowok aja gak pernah balas, kalau di chat sama cewek aja langsung di bales. Apa kita ganti foto profil WhatsApp cewek aja ya”, ujar si B

“ Memang beda sih antara cowok dan cewek. Cewek aja senyum ke dosen, sudah dipermudah. Lah kalau cowok, senyum ke dosen malah dianggap biasa aja”, ujar si C. 

Kurang lebih begitu lah, percakapan antara cowok yang membahas tentang “woman privilege” yang akan dipermudah prosesnya ketika semester tua. 

Bagi mahasiswa semester akhir, woman privilege adalah andalan untuk mempercepat lulus dari kampus. Loh kok bisa? Alasannya apa? Bukannya harus adil ya pihak kampus, emang gak bisa memandang seseorang dari gender dong. Eits, itu hanya orang-orang tertentu saja ya gais ya. 

Menurutku ada 3 hal nih yang termasuk woman privilege. Apa saja? yuk kepoin! 

Dipermudah dalam Bimbingan Skripsi

Siapa sih yang nggak mau dipermudah dalam bimbingan skripsi? Semua mahasiswa sudah pasti mau. Memang sih ada batas minimalnya bimbingan skripsi, supaya bisa lanjut sidang. 

Nah ketika kamu woman privilege, auto dipermudah deh dalam bimbingan skripsi. Apalagi kalau dosen pembimbing kamu cowok, hanya perlu senyum manis dan diajak ngobrol saja, sudah pasti mendapatkan acc setiap bimbingan. Nggak bakal dipersulit, mungkin hanya revisi satu atau dua saja, setelah itu bisa lanjut ke tahap selanjutnya. 

Terkadang nih, ketika kalian hendak bimbingan, sudah pasti akan komunikasi dengan dosen, untuk menanyakan waktu luang. Ada beberapa dosen yang memang slow respond, namun kalau kalian “cantik”, bakal di bales deh chat kalian. Dibalas dengan fast respon dan tidak cuek. Walau kalian chat diwaktu weekend atau jam istirahat tengah malam, tetap bakal di balas. Seperti prioritas dan jalur express ya gais. 

Full Saran saat Sidang Skripsi

Sidang skripsi sangat menakutkan nggak sih? Karena 4 tahun kalian kuliah, ditentukan dengan satu jam, yakni saat sidang. 

Eits, tidak berlaku untuk seorang wanita apalagi kalau kalian cantik dan dosen penguji cowok semua. Wah dipercepat tuh sidang skripsinya. Nggak mungkin diperlambat, karena dosen-dosen udah nggak kuat melihat kecantikan kalian, takutnya khilaf. Bercanda loh ya. 

Sudah bisa dipastikan sih saat sidang skripsi full saran, nggak dicerca dengan berbagai pertanyaan yang membuat panas dingin. Nggak mungkin pula skripsinya dibaca full oleh dosen penguji, mungkin hanya dibolak-balik saja. 

“udah lah, dia premium pak, kamu boleh membaca ya saat presentasi. Santai aja, gausah grogi, lulus-lulus kamu”, ujar seorang dosen. 

Loh, loh, gak bahaya ta? 

Sudah bisa ditebak nih mahasiswa full senyum, udah revisi sedikit, sidang hanya beberapa menit, nggak diberi pertanyaan sama sekali. Kurang hebat apa woman privilege

Mudah Mendapatkan Acc dari Berbagai Pihak

Namanya proses memang tidak mudah ya gais, butuh perjuangan. Akan tetapi, jika kalian perempuan, proses mendapatkan acc akan mudah. 

Ketika hendak mengajukan skripsi untuk sidang, sudah pasti akan meminta acc dari dosen pembimbing. Lalu setelah sidang skripsi, kalian juga akan mengejar dosen penguji serta dekan atau pemimpin fakultas. Butuh waktu lama memang untuk mendapatkan tanda tangan dari beliau. 

Namun, percaya deh kalau kalian perempuan, bakal dipermudah. Aku sendiri merasakan, hehehe. 

Ya walaupun tetap menunggu beliau ada di ruangan, namun nggak sampai sehari udah dapat acc dari beliau. 

Akan tetapi gais, walau ada woman privilege, nggak boleh loh disalahgunakan. Akal, akhlak dan attitude harus balance ya

3 privilege di atas hanya berlaku untuk perempuan ya gais. Bagi kalian kaum lelaki, ya harap bersabar apabila kalian lambat dalam skripsian. Tenang aja, setiap orang prosesnya beda-beda, nikmati dan jalani. Gak perlu iri sih sama woman privilege, yang terpenting kelak ilmu pengetahuan yang kalian dapat di bangku perkuliahan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. 

Editor: Assalimi

Gambar: