Alasan Mengapa Perempuan Sulit Membaca Peta atau GPS

Alasan Mengapa Perempuan Sulit Membaca Peta atau GPS

Banyak laki-laki yang sudah paham kalau perempuan kurang lihai dalam membaca GPS dengan baik. Meski baca GPS dengan baik dan benar bukanlah skill yang harus banget dibanggakan, saya tetap menganggap bahwa tidak semua perempuan kurang paham dalam membaca GPS. Masih banyak wanita yang lihai, mungkin mereka yang dapat membaca GPS adalah perempuan pilihan yang tidak terkena kutukan.

Bukannya mau mendiskreditkan kaum hawa dan melabeli mereka dengan stigma ini, tapi mau bagaimana lagi kalau kenyataannya memang seperti itu. Bahkan, kerumitan mereka saat membaca maps ini mungkin tingkatannya lebih kompleks dibandingkan dengan cerita masa lalunya. Beginilah lika-liku rumitnya para cewek saat membaca maps. Pasti banyak yang relate!

Entah itu jaraknya jauh maupun dekat, pokoknya tetap sama aja bingungnya. Sama-sama kesusahan dalam membaca arah di aplikasi Google Maps. Mending kalau baca petanya sambil jalan, yang bikin repot ini adalah kalau mereka sambil bawa kendaraan sendiri. Kebayang kan gimana kalau tiba-tiba berhenti, belok secara mendadak, atau bahkan putar balik, gerakannya sungguh benar-benar akrobatik.

Poin pertama tadi baru awal mula dari sekian banyak lika-liku yang dihadapi perempuan saat membaca peta. Hal yang satu ini juga nggak kalah bikin pusing bagi mereka dan orang-orang yang sedang bersamanya. Jalan lurus saja terkadang masih bisa salah dalan membaca maps, apalagi kalau udah banyak belokan dan patokan menuju tempat tujuan.

Kenapa bisa begitu, ya? Giliran pas nggak sampai-sampai ke tempat tujuan, nanti tahu-tahu bete sendiri. Lagi-lagi kemungkinan besar cowoknya yang jadi sasaran kebeteannya dan yang disalahkannya. Katanya nggak ngedengerin arahannya lah, nggak pengertian lah, kurang perhatian lah, dan sebagainya. Pernah mengalami?

Kenapa Perempuan Sering Kesulitan Membaca Peta?

Terdapat sebuah stereotip yang cukup unik dan diyakini oleh banyak orang, yakni perempuan cenderung kesulitan untuk membaca peta jika dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini membuat mereka mudah tersesat meski sudah dibekali dengan peta atau peralatan GPS. Memang, nggak semua perempuan mengalami kesulitan yang sama, namun cukup banyak juga dari mereka yang mengakuinya. Apa penyebabnya, ya?

Sebenarnya kalau ngobrol soal kecerdasan, laki-laki dan perempuan nggak ada bedanya. Banyak perempuan cerdas yang berprestasi baik itu di tingkat sekolah atau di bidang lainnya. Hanya, saat harus membaca peta atau GPS, banyak perempuan yang kebingungan hingga kesulitan untuk mencapai tujuan.

Hal ini terjadi karena otak perempuan dan laki-laki memiliki struktur yang berbeda yang membuat kedua makhluk tersebut punya cara memproses informasi dan menafsirkan hal yang berbeda pula.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perempuan sulit membaca peta. Berikut adalah dua di antaranya.

1. Kemampuan membaca peta sebenarnya terkait dengan kemampuan visual

Selain itu, hal ini juga berkaitan dengan proses yang terjadi di otak kanan. Masalahnya, otak kanan laki-laki dan perempuan ternyata berbeda.

Dalam membaca GPS diperlukan sebuah kemampuan visual. Lobus (bagian) kanan pada otak besarlah yang mampu memproses hal itu. Menjadi sebuah kelebihan, karena lobus otak kanan pada pria lebih besar daripada wanita. Terlihat jika kemampuan secara visual pada pria lebih unggul dibandingkan wanita.

Telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa otak kanan laki-laki lebih besar dibandingkan dengan milik perempuan. Ditambah dengan adanya hormon testosteron yang jumlahnya lebih banyak, fungsi otak kanan pada laki-laki pun jadi lebih maksimal. Secara alami, kemampuan visual dan membaca petanya pun lebih baik.

2. Faktor pengalaman

Sebenarnya, ada banyak perempuan yang sama sekali nggak mengalami masalah dalam hal membaca peta atau GPS. Hal ini karena mereka sudah terlatih memakainya. Apalagi jika sejak usia muda terbiasa melakukan perjalanan sendiri.

Masalahnya, banyak perempuan muda yang diproteksi oleh keluarganya dengan dalih keamanan. Sebagai contoh, mereka diantar jemput orang tuanya alih-alih dibiarkan pergi sekolah sendirian. Jika hal ini sering terjadi, otak akan jarang dilatih untuk membaca peta atau mengenali jalan. Saat harus dihadapkan pada situasi membaca peta, mereka pun akhirnya mengalami kesulitan.

Jadi, buat kaum perempuan yang kesulitan membaca peta, nggak perlu bingung dan khawatir. Kamu bisa melatihnya kok. Kalau sudah lebih terbiasa, pasti peta atau GPS pun bakal mudah terbaca.

Oleh Muhammad Ghifar Hawary

Mahasiswa Administrasi Pembangunan Negara Politeknik STIA LAN Bandung. Ketua PW Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Barat Bidang Advokasi