Fase-fase dalam pacaran memang naik-turun. Kadang bisa bahagia maksimal, kadang juga sedihnya nggak karu-karuan. Saya juga pernah berada dalam posisi demikian. Ketika kapasitas perhatianku sedang penuh-penuhnya, tapi pasangan saya malah sibuk, yaudah perhatianku tak sumbangin sama tukang somay ajaaa. Canda somay.

Bagi saya, sebuah hubungan memang nggak perlu melakukan obrolan secara intens. Karena tiap orang memang punya dunianya masing-masing. Tapi, setidaknya beri waktu (meski satu jam) untuk saling bercerita tentang apa saja yang sudah dilalui hari ini. Hal sederhana kayak gitu nyatanya cukup berpengaruh pada keharmonisan sebuah hubungan.

Tentu saja karena di masa-masa sekarang, pacaran tidak sekadar hubungan romantis-romantisan, tapi mencari pendengar, atau kalau kata anak twitter “someone to talk and understand our feeling.

Untuk mencapai hubungan yang paripurna tersebut, masing-masing dari pasangan memang perlu berbenah dan memperbaiki diri dalam upaya menjalin hubungan yang saling menentramkan. Menjadi diri sendiri memang penting, tapi bukan berarti secara serampangan mempertahankan sifat buruk atas dasar mau dicintai apa adanya. Yo tulung, muhasabah diri Anda!

Dalam sebuah hubungan, urusan kangen-kangenan adalah hal yang bersifat krusial. Ya, gimana, namanya juga sedang yang-yangan, wajar dong kalau kangen. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika sedang kangen-kangennya tapi malah tidak terfasilitasi. Pasangan kita malah sibuk dan tidak membalas pesan, apalagi kalau dia malah terlihat online. Wasyu.

Kadang juga ada kasus di mana sedang kangen-kangennya tapi pasangan kita malah sekadar memberi balasan yang singkat dan tidak menyenangkan. Seakan lebih bagus permainan Emyu, daripada balasan dari chatmu. Kondisi tersebut membuat hati terasa getir, cenat-cenut, dan mobat-mabit. Padahal sebagaimana dendam, chatku juga harus dibalas dong hee.

Kondisi pacaran memang tidak pernah mulus itu. Kadang kita bakal jatuh cinta dengan orang-orang yang kurang peka, kurang mau mengerti, bahkan tidak jarang akan bertemu dengan orang-orang yang brengsek, yang akan meninggalkan kita dengan luka yang cukup dalam.

Nah, ketika kangen-kangennya tapi tidak terfasilitasi dengan baik, ada beberapa hal yang bisa banget untuk dilakukan:

#1. Pergi Ngopi

Sebagaimana kebanyakan orang pada umumnya, pasti adaaa aja kemrungsungan yang dialami. Parahnya, hal-hal kayak gitu biasanya hadir secara ujuk-ujuk tanpa fafifu atau “amet sewu” terlebih dahulu.
Kemrungsungan tersebut tidak bisa tidak membuat kita harus mengistirahatkan isi kepala dengan apa-apa yang menenangkan. Tentu saja dalam rangka menjernihkan si otak agar bisa kembali digunakan berpikir secara optimal.

Nah, salah satu hal yang bisa banget dilakukan adalah pergi ngopi. Tentu saja ngopi di sini bukan sekadar minum kopi saja, tetapi pergi ke kedai kopi, kongkow bareng teman sejawat sambil maido atau ghibah. Ya gimana, urep ki nek ra maido, gek nggo ngopo meneh to yo? Xixixi.

#2 Jalan-Jalan

Sejenak menepi dari hiruk-pikuk permasalahan dalam dunia yang brengsek ini memang sebuah keharusan. Menepi bukan berarti lari dari masalah, ibarat ambil napas panjang sebelum berjuang lagi.

Patah hati, merasa tidak berguna, atau sedang ketika kangen tapi tidak terfasilitasi bisa banget dengan sejenak menepi atau jalan-jalan.

Sensasi dari jalan-jalan memang luar biasa. Apalagi ke tempat-tempat yang sekarang dinamai dengan hidden gem.

#3 Sadar Diri

Perlu Anda pahami, tidak ada orang yang tiap hari sibuk, apalagi mulai dari pagi sampai malem. Nah, jika pasanganmu mengatakan kalau dia sibuk sampai tidak membalas chatmu sama sekali, sudah saatnya Anda sadar diri.

Ada kalimat dari Mas Aik yang cocok untuk Anda, “Turuo, kangenmu rakanggo!”

Editor: Nawa

Gambar: google.com