Hal-hal tentang Taman Baca Kesiman yang perlu kamu ketahui.

Bali atau yang lebih dikenal dengan Pulau Dewata merupakan daerah yang dijuluki sebagai The Island of Paradise karena banyak objek wisata alam dan budaya yang menakjubkan dan mendunia. Namun, bersamaan dengan kemajuan infrastruktur yang berkembang pesat karena pariwisata, ironi terjadi. Minat belajar dan membaca masyarakat lokal dirasa masih rendah. Padahal literasi menjadi poin penting dalam mengimbangi perkembangan dan perubahan di Bali.

Berdasaran keresahan tersebut, wisata bernuansa literasi hadir di salah satu sudut Kota Denpasar, yakni di Desa Kesiman yang memiliki Taman Baca Kesiman. Ajik Alit bersama istri merintis tempat ini berawal dari keresahan mereka melihat Bali berkembang dalam infrastruktur dan pariwisata, namun bidang literasi kurang mendapat perhatian dari pemetintah maupun masyarakat. Bersama anaknya Carlos, Ajik Alit mengembangkan konsep yang secara tata ruang lebih kreatif, rekreatif, dan kekinian, juga di-branding melalui media sosial.

Selama 7 tahun kehadirannya, taman baca ini melalui proses panjang untuk melayani dan memfasilitasi masyarakat mengenai kebutuhan literasi. Tempat ini menghadirkan buku-buku yang variatif dan mendukung penulis lokal untuk dinikmati karyanya lebih luas. Hal unik lainnya adalah letaknya yang ada di kawasan lokalisasi, Ajik Alit menyebut keberadaannya disini diharapkan mengubah pandangan umum bahwa ada tempat penunjang belajar di kawasan yang tidak biasa. Artinya, siapapun dan di manapun berhak untuk belajar, bukan hanya lingkungan akademisi atau birokrasi saja.

Keistimewaan lainnya adalah program inspiratif, di antaranya diskusi, bedah buku dan nonton film yang secara perlahan berhasil menarik perhatian publik untuk bergabung dan mengunjungi Taman Baca Kesiman.

Ajik Alit memandang bahwa pengunjung memiliki berbagai latar belakang atau kisah hidup, perbedaan usia, passion dan orientasi hidup. Bahkan salah satu program yang cukup sukses, yakni forum diskusi “Suka-Duka Bali” dapat menghadirkan orang-orang yang bukan berlatar belakang akademisi atau pecinta buku. Misalnya mantan bandar narkoba, orang yang biasa hidup di lingkungan prostitusi, dan penyintas skizofrenia. Sesuai dengan misinya mewujudkan kebhinekaan yang setara, Taman Baca Kesiman berupaya untuk terbuka bagi semua orang.

Namun, di masa pandemi, peminjaman buku sebagai aktivitas utama mengalami perubahan. Taman Baca Kesiman menyesuaikan kebijakan pandemi dengan mengurangi jumlah pengunjung yang datang, namun membebaskan peminjam buku untuk bisa membawa di luar area Taman Baca Kesiman dengan tarif sebesar Rp2.000,00 per malam.          

Rasa antusias masyarakat yang kian meningkat terhadap eksistensi Taman Baca Kesiman ini memancing banyak pihak dan mitra yang ingin menjalin kerja sama. Misalnya, beberapa pihak menyumbang buku untuk menambah koleksi Taman Baca Kesiman. Bahkan karena banyaknya jumlah buku sampai sempat menolak beberapa pihak penyumbang. Di samping karena jumlahnya yang banyak, penolakan tersebut menjadi sorotan pengelola Taman Baca Kesiman bahwa pemerintah kurang memayungi dan mewadahi jumlah buku yang banyak milik masyarakat sehingga beberapa menjadi terbengkalai.

Makin hari, taman baca ini makin berkembang dengan beberapa penyesuaian. Ajik Alit menyatakan bahwa pengembangan ruang baca ini bukan sebatas tempat membaca atau tempat bersantai, namun ia berinovasi pada perpustakaannya yang saat ini telah dilengkapi kantin mini. sedangkan yang tebaru adalah ruang pameran souvenir unik yang menggandeng mitra lokal. Pengembangan ruang ini dalam rangka memberi suasana baru dalam berliterasi.

Tempat ini sayang dilewatkan jika sedang berkunjung ke Bali. Selain berwisata hiburan di Bali, tempat ini bisa menjadi pilihan wisata edukatif yang recommended untuk menambah wawasan dan ensiklopedi kehidupan. Harapan terbesar dari Taman Baca Kesiman dengan misi “Kebhinekaan dan Setara adalah” dapat mewujudkan lingkungan yang baik karena masyarakatnya telah terliterasi.

Tertarik untuk mengunjungi taman baca yang satu ini? Kamu bisa cek infonya lewat akun Instagram @tamanbacakesiman

Tulisan ini merupakan hasil kolaborasi Peserta Taruna Melati 3 PW IPM Bali, terdiri atas: 1) Rizky Zuliatun Nisa, 2) Agha Krisannanda Haris, 3) Alib Habibullah, 4) Dinul Qoyimah, 5) Arif Rahman Hakim, 6) M. Agung Zailani, 7) M. Ardiansyah Pratama, 8) Munandar Haris

Editoe : Hiz