Tipe-Tipe Anak Tongkrongan Versi Bintang Emon

Tipe-Tipe Anak Tongkrongan Versi Bintang Emon
Ilustrasi: youtube.com

Nongkrong merupakan kegiatan yang sekarang ini udah wajib harus ada di kamus anak milenial. Seakan-akan mereka mesti jadi anak tongkrongan agar mudah bergaul. Karena, kalau belum nongkrong bareng sahabat atau bahkan kawan baru, bakalan susah untuk bisa masuk ke circle itu. Apalagi buat yang cita-citanya jadi anak hedon. Beuh, nongkrong harus masuk list jadwal kegiatan, minimal seminggu sekali.

Jadi anak tongkrongan yang udah resmi biasanya banyak cobaan. Apalagi buat anak tongkrongan versi komika yang lagi naik daun akhir-akhir ini, Bintang Emon. Bintang Emon merangkum tipe-tipe anak tongrongan menjadi 7

1. Anak Tongkrongan yang Penahan

Tipe yang satu ini adalah sang penjaga tongkrongan, punya seribu satu alasan untuk menghalau supaya temennya nggak buru-buru balik. Biasanya tipe-tipe yang begini nih anak yang pengangguran, nggak punya pacar dan kesibukan apa-apa atau malah sebenernya punya tugas seabrek tapi menganggap dirinya orang yang gabut. Akhirnya tipe-tipe anak kayak gini nggak punya pilihan lain selain menjadi deadliners.

2. Suara yang Ditindas

Biasanya ini si korban dari Penahan. Apapun alasannya pasti bakal dihalau sama tipe Penahan. Lebih ngerinya lagi, tipe ini merasa hak berpendapatnya sudah dicabut. Padahal, kan negara kita itu kebebasan berpendapatnya dijamin banget. Mau bersuara apapun pasti aman. Apalagi kalau udah berpendapat di sosmed. “Tapi, harus tetep hati-hati karena di situ ada UU ITE. Kalau mau aman dari UU ITE sebisa mungkin jangan sebut nama, jangan sebut instansi, jangan tampilin visual, jangan bersuara,” kata Bintang sambil senyum-senyum.

3. Hamba Ghibah

Tipe yang satu ini kuping sama mulutnya udah panas kalau nggak denger info terkini. Info yang up to date menekan hasratnya buat balik ke tongkrongan dan ikutan nimbrung. Lebih parahnya lagi, tipe ini paling jago untuk membesar-besarkan isu yang ada.

4. Anak Tongkrongan Predator

Dia memiliki prinsip pantang pulang sebelum kenyang, karena tongkrongan adalah tempat untuk menyambung hidup. Mau baru jam delapan atau udah jam sepuluh malam, kalau ada yang pesen makanan, dia akan setia menunggu dan akhirnya nggak jadi-jadi pulang.

5. Perantau

Seneng nongkrong, tapi males pulang kalau inget jalan macet walaupun mata udah berat buat melek. Biasanya ini dirasakan oleh anak Depok atau Bekasi. Tahu sendiri, kan masyarakat Indonesia itu sabar, egonya nggak ketinggian. Jadi, sama yang namanya macet itu anti banget. Makanya mereka ngalah untuk tetap diam di tempat aja.

6. Anak Tongkrongan yang Smoker

Estimasi waktu nongkrong berdasarkan jenis rokok. Biasanya paling lama Magnum. Itu adalah jurus andalan perokok untuk nongkrong. Pantang pulang sebelum rokok habis. Akan tetapi, lebih baiknya jangan jadi milenial yang suka ngerokok, sih. Selain nggak baik untuk kesehatan, ngrokok juga nggak baik untuk milenial yang belum punya penghasilan sendiri, Daripada duitnya dibakar, lebih baik ditabung.

7. Budak Asmara

Biasanya baru pacaran 3 bulan. Benih-benih cinta masih begitu kental. Belum berani bohong. Padahal kalau udah lama pacaran, ngakunya di rumah, tapi ternyata masih nongkrong.

Nongrong sih boleh, asal nggak lupa waktu dan kewajiban. Kalau bisa, justru jadikan nongkrongmu itu berkualitas. Buat bahas usaha, ngerjain tugas, atau hal-hal yang bisa membuatmu berkembang. Jadi, kamu tipe yang mana?

Oleh Zahra Radhiyya

Seorang mahasiswa yang sedang senang menulis di media online.