Kita semua maklum bahwasanya kemampuan otak dalam mengingat suatu hal akan berkurang seiring bertambahnya usia. Kita acapkali bertemu dan berinteraksi dengan orang lanjut usia yang sudah pikun di antara kita.

Namun, sebenarnya gaya hidup kita bisa memperlambat proses penuaan otak, lho. Bertambahnya usia idealnya dibarengi dengan kebijaksanaan diri dan matangnya pengetahuan yang dimiliki. Mempelajari hal baru bisa memancing otak agar memperlambat proses “penuaan” otak secara alami.

Tips meningkatkan kualitas dan memperlambat penuaan otak kita:

Pelajari Hal Baru dengan Cara yang Baru Juga

Faktanya, semua orang belajar sesuatu dengan cara yang sama sekali berbeda. Beberapa orang bisa memahami suatu hal dengan menonton video, beberapa orang bisa lebih paham dengan mendengarkan podcast, beberapa lainnya bisa sangat paham hanya dengan membaca. Bahkan ada yang mengombinasikan ketiga hal tersebut. Namun yang jelas, setiap cara belajar akan menimbulkan pengalaman dan efek yang berbeda pula.

Dengan mengombinasikan beberapa cara belajar, kita menggunakan beberapa bagian otak bersamaan yang dapat meningkatkan kemampuan untuk mengingat informasi yang kita dapatkan dari sebuah pembelajaran.

Sebagai contoh, saya menyukai pembahasan sejarah. Awalnya saya hanya bergantung pada buku bacaan saja. Lebih lanjut saya mulai menggunakan media lain untuk belajar seperti mengikuti laman sejarah di Instagram dan Facebook. Di sana biasanya diberikan informasi visual berupa gambar yang menarik sehingga mudah diingat dan dipahami, lalu ketika bosan membaca saya membuka konten-konten sejarah di YouTube atau Film.

Melakukan Hobi Apa Saja Asal Bukan Rebahan

Betul sekali! Apapun hobi kita asal bukan rebahan bisa meningkatkan kualitas otak. Memang di masa pandemi ini godaan rebahan begitu kuat ketika kita terus saja berada di rumah. Namun menambah hobi ketika kita berada di rumah tidak ada salahnya, kan?

Kita bisa menggambar, bermusik, menulis, berkebun, memelihara hewan, dan banyak lagi. Kegiatan sejenis akan menstimulasi hal positif pada otak kita –apalagi hal itu adalah hal baru– tentu orang yang hobi memelihara lele misalnya, ia akan belajar bagaimana merawat lele, memberi makan, dan sebagainya. Disinilah letak rangsangan otak berada.

Jadilah Pembelajar Seumur Hidup

Teman saya yang aktivis pendidikan ketika saya tanya “Apa perbedaan antara pelajar dan pembelajar?” dengan sederhana ia menjawab “Pelajar hanya di kelas, pembelajar seumur hidup”

Disini jelas bahwa ketika kita terus berusaha untuk belajar tanpa peduli usia kita, kita terus melatih otak untuk tetap belajar hal baru terus menerus. Dengan menjadi seorang pembelajar berarti kita terus mencoba untuk meningkatkan kualitas hidup. Seperti yang dikatakan Rosebud Roberts dalam sebuah laman bahwasanya dengan menjadi pembelajar seumur hidup bisa meningkatkan kemampuan kognitif otak secara signifikan.

***

Jadi, siap melakukan banyak hal baru?

Penulis: Kaleksanan Barqi Aji Massani

Penyunting: Aunillah Ahmad